Kamis, 16 April 2020

Salam Ayah/Bunda yang dirahmati Allah;
Juga ananda siswa-siswi SDIT Darul Abidin yang sholeh dan sholehah.

Berikut Pak Mansur tampilkan beberapa project karya teman-teman di Level 3.
Semoga menginspirasi di saat kalian belajar dan berkarya dari rumah

Tetap semangat, jaga kesehatan, dan makan makanan bergizi, jangan lupa berdoa dan berolahraga.

Terima kasih


https://scratch.mit.edu/projects/385919514
Karya Keisha Dinda Kirana 3 Marwah

https://scratch.mit.edu/projects/385899744/
Karya : Keyla Putri Nazhifa 3 Marwah


https://scratch.mit.edu/projects/385159354
Karya : Ghanapati P.S 3 Madinah

https://scratch.mit.edu/projects/385956916
Karya : Forza Rakha 3 Madinah
https://scratch.mit.edu/projects/385470640
Karya : Ayesha Nurrizqika Hidayati 3 Makkah
https://scratch.mit.edu/projects/386775825
M. Hilmy Al Qaid 3 Makkah


https://scratch.mit.edu/projects/386671992 
Musyaffa Ibrahim 3 Makkah

Minggu, 12 April 2020

Assalamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh...

Ba'da Tahmid Wa Sholawat

Apa kabar anak-anakku yang disayang dan dicintai Allah SWT, 

Masih semangat???

Semoga Kita  semua beserta keluarga selalu diberi Allah kesehatan, keberkahan dan kebahagiaan. Aamiiin.

Jumpa lagi dengan Pak Mansur dalam kegiatan PBR kita; yakni Scratch Day Level 3 dengan Tema Besar Covid 19; dan Sub Tema Level 3 adalah Stories atau membuat sebuah cerita dengan tema Kenali Gejala Covid 19.

Pembelajaran berbasis Rumah bersama ICT SDIT Darul Abidin, Hari ini dan hingga pekan ke depan teman-teman mengerjakan Project Scratch Stories (Cerita) dengan sub tema "Kenali Gejala Covid 19".


Mohon di Ingat.... Deadline nya : 25 April 2020
(Sudah di Upload dan Dilaporkan ke Pak Mansur)



Selanjutnya, Berikut penjabaran project PBR dan Scratch Day Level 3 Dengan Sub Tema "KENALI GEJALA COVID 19" dapat teman - teman atau Ayah/bunda akses pada link berikut:





Seperti apa contoh sederhana dari project Scratch Stories (Kenali Gejala Covid 19) anak-anaku yang shaleh/ah dan Ayah/bunda bisa akses di link berikut: 



Untuk bahan gambar boleh teman-teman cari via google, atau melalui link berikut :





Semoga dengan pembuatan karya PBR berupa Scratch Stories Kenali Gejala Covid 19 ini, Allah akan memberikan kewaspadaan kepada kita semua akan kemampuan bersikap menghadapi wabah covid 19, seraya berdoa agar senantiasa Allah SWT melindungi kita semua dari marabahaya dan kejahatan makhluk-Nya.

Untuk anak-anak kelas 3 yang super keren; Silakan ajukan pertanyaan apabila dalam penjelasan di atas masih ada yang belum dimengerti ....

Beberapa contoh Karya teman-teman kalian di Level 3:




Kalau tidak ada pertanyaan, yuk kita mainkan quizziz untuk mengingat apa saja yang sudah kita pelajari:

https://quizizz.com/join?gc=370002

Dengan PASSWORD : 370002

Gimana seru kan quizz nya??

Baik anak-anakku yang keren dan beken, kalau tidak ada lagi yang ditanyakan

Mari Kita tutup dulu majelis PBR kita dengan :

Istighfar 3x



Astaghfirullahal'adzim 

Astaghfirullahal'adzim

Astaghfirullahal'adzim

Doa akhir majelis

Subhanakallahuma wabihamdika 
Asyhaduala ilahaila anta astaghfiruka wa atubu ilaik...



Terima kasih

Wassalam Warohmatullahi Wabarokatuh



Mansur, S.Sn.

Senin, 06 April 2020


Assalamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh...


Ba'da Tahmid Wa Sholawat


Apa kabar anak-anakku yang disayang dan dimuliakan Allah SWT

Semoga Kita  semua beserta keluarga selalu diberi Allah kesehatan, keberkahan dan kebahagiaan. Aamiiin.

Jumpa lagi nih dengan Pak Mansur dalam majelis PBR kita: 



Pembelajaran berbasis Rumah bersama ICT SMPIT Darul Abidin, masih dalam pembuatan karya Poster PBL...



Bagaimana Pembuatan Posternya Sudah Selesai???

Mohon di Ingat.... Deadline nya : 30 April 2020 

Baik dalam bentuk soft copy (Berbentuk .jpg dan .Psd ) maupun Print Out atau versi Cetak

Sebelumnya Bapak akan minta kalian mengisi survey berikut: 



Sebagai bahan untuk kami guru ICT, sejauh mana kalian telah menyelesaikan tugas PBR ICT ini, yang juga terintegrasi dengan mata pelajaran yang lainnya, seperti IPA, Olahraga, PAI, dan juga BK.
Selanjutnya bapak ingin berikan beberapa materi poster untuk kalian, agar semakin memudahkan dalam pembuatan karya terbaik kalian dengan desain yang baik dan menarik.


Bahannya bisa teman-teman download di bawah ini ya...



Semoga dengan pembuatan karya PBL berupa Poster Covid 19 ini, Allah akan memberikan kewaspadaan kepada kita semua akan kemampuan bersikap menghadapi wabah covid 19, seraya berdoa agar senantiasa Allah SWT melindungi kita semua dari marabahaya dan kejahatan makhluk-Nya.

Untuk anak-anak kelas 7 yang ketje; Yang sdh ada pertanyaan terkait Karya Poster teman-teman silakan angkat tangan dan gunakan hak bertanya yang belum dimengerti ya kakak....

Baiklah Ayo kita mulai dengan basmillah dan langsung masuk ke sesi pertanyaan ya manteman 

Siap..
Bismillahirrohmanirrohiim..
💡Tanya Jawab ðŸ’¡




Berikut bapak berikan link untuk memudahkan project kalian:

1. freepik : image/character
2. pexels.com dan unsplash.com : image real dengan size besar
3. flaticon : ikon 
4. dafont : font type | Tipografi
5. colourlover | https://color.adobe.com/ : Warna
Kita tutup dulu majelis PBR kita dengan :


Istighfar 3x



Astaghfirullahal'adzim 

Astaghfirullahal'adzim

Astaghfirullahal'adzim



Doa akhir majelis



Subhanakallahuma wabihamdika 
Asyhaduala ilahaila anta astaghfiruka wa atubu ilaik...


Terima kasih
Wassalam Warohmatullahi Wabarokatuh

Mansur, S.Sn.


Berikut ini; beberapa file yang sebelumnya ya manteman. Terima kasih

Untuk poster dan elemen-elemen desain yang harus ada pada poster iklan layanan masyarakat. Teman-teman silakan lihat beberapa contoh via link berikut ya... 







Terima kasih

Rabu, 18 Maret 2020

Elemen utama dalam sebuah poster ilmiah adalah informasi yang ingin disampaikan oleh pembuat poster kepada target audiense. Mengingat sebuah penelitian/riset merupakan hal yang memiliki kompleksitas yang sangat tinggi, menampilkan keseluruhan hasil riset dalam sebuah media visual dengan ukuran yang terbatas merupakan kesulitan tersendiri. Konten yang padat, ringkas dan informatif perlu ditampilkan dengan baik.
Ciri-ciri atau kriteri yang termasuk iklan layanan masyarakat adalah sebagai berikut :
Bismillaahir rahmaanir rahiiim...


Assalamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh...

Ba'da Tahmid Wa Sholawat
Apa kabar MANTEMAN? Semoga KITA SEMUA beserta keluarga selalu diberi Allah kesehatan, keberkahan dan kebahagiaan. Aamiiin.
Jumpa lagi nih dengan BAPAK dalam majelis ilmu kita: 
Pembelajaran berbasis Rumah bersama ICT Darul Abidin
Kali ini kita bahas sebuah tema menarik dan puentiiing bangets:

“Project Based Learning dengan Tema : COVID 19”

Semoga berkat kita mengikuti PBR ini, Allah akan memberikan kebahagiaan kita semua kebahagiaan di akhirat. 

Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu:


“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga.” (HR Muslim)

Berikut materinya berupa .pdf ya manteman; silakan download dan pelajari ya. Untuk lengkapnya silakan download link di bawah ini ya:




Berikut tugas untuk pekan ini untuk menuju tugas besarnya; yakni pembuatan posert A3; dengan tema COVID 19.

Nama: 
Kelas: 

Driving Question:
1.Apa yang kamu ketahui tentang Covid 19?
2.Apa yang kamu ketahui tentang cara penyebaran Covid 19?
3.Apa yang kamu ketahui tentang gejala-gejala Covid 19?
4.Bagaimana cara menumbuhkan kesadaran remaja dalam pencegahan penularan penyakit berbahaya salah satunya Covid 19?
5.Menurutmu, apa dampak dari wabah penyakit berbahaya salah satunya Covid 19?

Tugas PBR (Pembelajaran Berbasis Rumah) project PBL teman-teman nanti adalah membuat Poster bertemakan Covid 19; dan project ini berintegrasi juga dengan penilaian IPA; PJOK, dan BK.

Aplikasi yang digunakan  : Adobe Photoshop
Produk          : Poster ukuran A3
Bentuk pelaporan          : 1.Softcopy dengan format .psd dan .jpeg/jpg
                  2.Produk dicetak dalam bentuk poster ukuran A3

Rentang waktu PBL  : Pertemuan pembuka : 17 Maret 2020
Batas pengumpulan PBL : 30 April 2020
Cara Pengerjaan  : Individu


Ditunggu karya terbaik PBL manteman ya..... jangan lupa tambahkan islamisasi disetiap karya kalian ya (quran,hadits, qoul ulama, dll).


Berikut bapak berikan link untuk memudahkan project kalian:
1. freepik : image/character
2. pexels.com dan unsplash.com : image real dengan size besar
3. flaticon : ikon 
4. dafont : font type | Tipografi
5. colourlover | https://color.adobe.com/ : Warna

Bapak berikan juga gambar-gambar untuk inspirasi karya kalian:











Rabu, 09 Oktober 2013

Kalian mungkin pernah mendengar cerita ini: Seorang pemuda bernama Idris, sedang melewati sungai, dia melihat sebuah delima hanyut dibawa arus, muncul tenggelam, begitu menggoda. Tertariklah pemuda ini, dia ambil delima yang ranum tersebut dengan galah. Aduhai, baru dia makan separuh, Idris baru sadar, jangan2 delima ini ada yang punya.

Keren, kan? Nemu buah di sungai, dimakan separuh, pemuda ini segera sadar, buah ini jelas tidak otomatis halal baginya. Maka pemuda yang mendadak khawatir ini beranjak berhuluan, mencari pemilik buah tersebut. Dia akhirnya menemukan pohon delima yang berbuah lebat di pinggir sungai di sebuah kebun. Tidak keliru lagi, dari situlah muasal buah tersebut. 

Singkat cerita, Idris menghadap pemilik pohon tersebut. Dia sungguh minta agar diihklaskan urusan buah delima itu. Tentu saja, pemilik pohon terpesona. Mau di jaman kapanpun, apa yang dilakukan Idris adalah hal menakjubkan. Pemuda asing ini datang, menjelaskan dengan lengkap maksud dan tujuannya, demi rasa tenang karena memakan sepotong buah yang tidak halal baginya. Alangkah jujur dan bersih pemuda ini. Maka demi menyadari hal tersebut, pemilik kebun yang juga saleh dan baik itu tiba-tibapunya rencana lain. Dia berseru, bersedia memaafkan urusan buah delima itu jika Idris mau menikah dengan anak gadisnya.

"Saya punya anak gadis yang buta, bisu, tuli, bahkan lumpuh jalannya. Jikalau ananda bersedia menikahinya, maka masalah delima ini aku ihklaskan."

Idris termangu. Itu jawaban yang mengejutkan. Kenalpun belum, tahu pun tidak, ternyata hukumannya seperti itu. Alangkah rumit sekali minta maaf. Hanya gara2 buah delima, sekarang dia harus menikahi seorang gadis yang buta, tuli, bisu bahkan lumpuh. Tidak bisakah dia membayar atas delima itu? Tapi pemilik kebun sudah memutuskan, Idris tidak punya pilihan. Setelah tertunduk sekian lama, Idris menyanggupi permintaan tersebut. Pemilik kebun berseru senang sekali. Bagaimana dia tidak senang, lagi2 pemuda di hadapannya lulus atas ujian tersebut.

Tentu saja anak gadisnya tidak seperti itu. Anak gadisnya cantik, berpendidikan, dan salehah. Anak gadisnya adalah salah-satu wanita baik di jaman itu. Karena kelak, sejarah akan mencatat, dari pasangan ini lahirlah seorang ulama besar yang ilmunya menerangi dunia, dialah Imam Syafi'i.

Saya akan tutup cerita ini dengan penjelasan pemilik kebun itu, ketika Idris termangu menatap calon istrinya yang ternyata cantik, "Bapak bilang dia buta, bisu, tuli bahkan lumpuh? Ternyata tidak sama sekali?" Maka pemilik kebun menjawab bijak: "Itu benar. Anakku memang buta, tapi buta untuk melihat kemaksiatan, anakku memang tuli, tapi tuli mendengar percakapan yang mengundang murka Allah, anakku memang bisu, tapi bisu untuk mengeluarkan kalimat makian, dan anakku memang lumpuh, tapi itu untuk mendatangi tempat2 maksiat. Karena itulah, tidak ada laki-laki yang pantas menjadi suaminya kecuali seorang pemuda seperti Anda."

Itulah kisah orang tua Imam Syafi'i. Cerita ini ditulis di mana-mana, saya hanya menulis ulang saja--jika kalian suka membaca buku2 agama. Sungguh, generasi yang baik selalu datang dari orang tua yang selalu memastikan rezeki keluarganya halal dan baik. Selalu gigit pemahaman tersebut.

Ada dua kakak-adik perempuan, satu namanya Puteri (usia 13 tahun, SMP), satu lagi namanya Ais (usia 16 tahun, SMA). Mereka tidak beda dengan jutaan remaja lainnya, meski tdk berlebihan, juga ikutan gelombang remaja yg menyukai budaya populer saat ini, seperti lagu2, boyband, film2, dsbgnya. Kabar baiknya, dua anak ini memiliki pemahaman yg baik, berbeda, dan itu akan menjadi bagian penting dalam cerita ini.

Suatu hari, guru agama di sekolah Puteri menyuruh murid2nya utk membuat karangan tentang berkurban. Ini jadi muasal cerita, jika murid-murid lain hanya sibuk membaca sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, lantas menulis karangan, Puteri, entah apa pasal, memasukkan cerita hebat itu sungguh2 dalam hatinya. Tercengang. Dia bahkan bertanya pd orang tuanya, di meja makan, apakah keluarga mereka pernah berkurban. Setelah saling tatap sejenak, orang tua mereka menggeleng, tidak pernah. Ayah mereka buruh pabrik, Ibu mereka karyawan honorer, ibarat gentong air, jumlah rezeki yg masuk ke dalam gentong, dengan jumlah yg keluar, kurang lebih sama, jd mana kepikiran untuk berkorban.

Puteri memikirkan fakta itu semalaman, dia menatap kertas karangannya, bahwa keluarga mereka tidak pernah berkorban, padahal dulu, Nabi Ibrahim taat dan patuh mengorbankan anaknya. Bagaimana mungkin? Tidakkah pernah orang tua mereka terpikirkan untuk berkorban sekali saja di keluarga mereka? Puteri mengajak bicara kakaknya Ais. Dan seperti yg saya bilang sebelumnya, dua anak ini spesial, mereka memiliki pemahaman yg baik, bahkan lebih matang dibanding orang2 dewasa. Maka, mereka bersepakat, mereka akan melakukan sesuatu. 

Uang jajan Puteri sehari 8.000 perak, dikurangi untuk naik angkot, bersisa 4.000 utk jajan dan keperluan lain. Uang jajan Ais, 10.000 perak, dikurangi untuk naik angkot, bersisa 6.000, juga utk jajan dan keperluan lain. Mereka bersepakat selama enam bulan ke depan hingga hari raya kurban, akan menyisihkan uang jajan mereka. Puteri memberikan 2.000, Ais memberikan 3.000 per hari. 

Enam bulan berlalu, mereka berhasil mengumpulkan uang 1,1 juta rupiah. Menakjubkan. Sebenarnya dari uang jajan, mereka hanya berhasil menabung 600.000, mereka juga harus mengorbankan banyak kesenangan lain. Membeli buku bacaan misalnya, seingin apapun mereka memiliki novel2 baru, jatah bulanan utk membeli buku mereka sisihkan, mending pinjam, atau baca gratisan di page/blog, sama saja. Mereka juga memotong besar2an jatah pulsa dari orang tua, itu juga menambah tabungan. Juga uang hadiah ulang tahun dari tante/om/pakde/bude. Alhasil, enam bulan berlalu, dua minggu sebelum hari raya kurban, mereka punya uang 1,1 juta.

Aduh, ternyata, saat mereka mulai nanya2, harga kambing di tempat penjualan2 kambing itu minimal 1,3 juta. Puteri sedih sekali, uang mereka kurang 200rb. Menunduk di depan barisan kambing yg mengembik, dan Mamang penjualnya sibuk melayani orang lain. Tapi kakaknya, Ais, yg tidak kalah semangat, berbisik dia punya ide bagus, menarik tangan adiknya utk pulang. Mereka survei, cari di internet. Tidak semua harga kambing itu 1,3 juta. Di lembaga amil zakat terpercaya, dengan aliansi bersama peternakan besar, harga kambing lebih murah, persis hanya 1.099.000. Dan itu lebih praktis, tdk perlu dipotong di rumah. Dan tentu saja boleh2 saja nyari harga kambing yg lebih murah sepanjang memenuhi syarat kurban. Senang sekali Puteri dan Ais akhirnya membawa uang tabungan mereka ke counter tebar hewan kurban tsb. Uang lembaran ribuan itu menumpuk, lusuh, kusam, tapi tetap saja uang, bahkan aromanya begitu wangi jika kita bisa mencium ketulusan dua kakak-adik tsb.

Mereka berdua tdk pernah bercerita ke orang tua soal kurban itu. Mereka sepakat melupakannya, hanya tertawa setelah pulang, saling berpelukan bahagia. Dua bulan kemudian, saat laporan kurban itu dikirim lembaga amil zakat tersebut ke rumah, Ibunya yang menerima, membukanya--kedua anak mereka lagi main ke rumah tetangga, numpang menonton dvd film, Ibunya berlinang air mata, foto2, tempat berkurban, dan plang nama di leher kambing terpampang jelas, nama Ibunya. 

Itu benar, dua kakak-adik itu sengaja menulis nama ibunya. Itu benar, dua kakak-adik itu ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Tapi di atas segalanya, dua kakak-adik itu secara kongkret menunjukkan betapa cintanya mereka terhadap agama ini. Mereka bukan memberikan sisa2 utk berkorban, mereka menyisihkannya dengan niat, selama enam bulan.

Itulah kurban pertama dr keluarga mereka. Sesuatu yg terlihat mustahil, bisa diatasi oleh dua remaja yg masih belia sekali. Besok lusa, jika ada tugas mengarang lagi dari gurunya, Puteri tdk akan pernah kesulitan, karena sejak tahun itu, Ibu dan Ayah mereka meletakkan kaleng di dapur, diberi label besar2: 'Kaleng Kurban' keluarga mereka. 

*Kurang 8 hari lagi hari raya kurban, semoga ada yg tergerak setelah membaca cerita ini. Jika kita menghabiskan uang 100rb lebih setiap bulan utk pulsa internetan, dll, maka tidak masuk akal kita tdk punya uang utk berkorban. Belum lagi ratusan ribu buat makan di luar, nonton, jutaan rupiah buat beli gagdet, pakaian, dll. Begitu banyak rezeki, nikmat dari Tuhan, jangan sampai seumur hidup kita tdk pernah berkurban. Beli pulsa itu setelah menabung utk kurban, bukan sebaliknya berkurban datang dari sisa2 beli pulsa.

**ayo tulisan ini di share, repost, copy paste kemana2, satu saja teman kalian tergerak hatinya utk berkurban karena share tulisan dari kalian, maka itu sudah kabar bahagia

** Artikel Motivasi Diri untuk Ikut Berqurban...